Beranda » informasi » Bumbu dapur mahal masakan hambar

Bumbu dapur mahal masakan hambar

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

Komentar Terbaru

image

Harga bumbu dapur

Beberapa hari ini makan dirumah rasanya lain, biasanya biarpun tidak seenak makanan restoran padang, ataupun makanan restoran tapi masih terasa nikmat, lezat bin masih bisa goyang lidah, masih ada rasa gurih, pedas, dan orang jawa bilang tidak dingin. Tapi semenjak ada kejadian luar biasa di dunia masak memasak, yaitu naiknya harga bumbu dapur terasa memukul KO para ibu rumah tangga. Bagaimana tidak !
Sebuah cerita singkat didaerah kami saja.
Berangkat ke pasar membawa barang dagangan kebetulan saat ini sedang panen jagung membawa jagung pipilan kering 1 karung cukup berat dalam gendongan. Dijual kepasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari “5 hari” karena pasar adanya sesuai hari pasaran; paing, pon, wage, kliwon, legi. Sampai di pasar ditimbang berat 25 kg dengan harga perkilo Rp. 2.600 mendapat uang Rp.65.000
betul tidak ya hitungan.

Lumayan untuk masyarakat desa di wilayah pegunungan uang 65.000 sudah dianggap cukup. Sesuai dari rencana beli kebutuhan dapur bumbu terutama juga beras, dan sedikit lauk buat keluarga.
Beli beras 2 kg buat campuran nasi tiwul untuk 5 hari, yang pertama seharga Rp.13.800 beras standar
Sisa Rp .51.000 yang 200 di beri permen oleh pedagang karena tidak ada receh
Beli gula 1/2 Kg Rp. 6500
tinggal Rp. 45.500
Kemudian ke tempat bumbu dapur dan beli
Garam 1 bks = Rp.1000

penyedap 1000
kecap 1000
Tanya harga cabai katanya harga mahal beli 1/2 kg = Rp. 20.000 tidak jadi akirnya beli 10000 saja seperempat kg. Anggap saja tidak akan masak pedas. 1/4 kg paling cuma bisa 2 hari
Sisa 31.500
Beli bawang merah dan putih seperti biasanya dia beli Rp. 10.000 dua jenis sudah cukup untuk kebutuhan beberapa hari kedepan tapi yang didapat 10 siung bawang putih dan segenggam bawang merah sekitar 10 biji juga. Bingung juga berfikir cukup tidak 10 biji bawang merah 5 hari. Akhirnya nambah 5000 untuk bawang merah total = Rp.15.000. Uang sisa 16.500. “di pasar desa sekarang bawang tidak lagi jual dalam kilo tapi 1 Siung Rp.500”
Beranjak ke tempat lauk cari yang murah karena bumbu dapur mahal beli tempe 3 bungkus 3.000 tahu 3.000
masih kurang lengkap bila ke pasar tidak beli kopi dengan harga 5000 sudah cukup entah dapat berapa kilo yang penting dapat.
Karena ke pasar biasanya anak minta jajan beli gorengan 2000 dapat 4 biji.
beranjak ke tempat sayur nawar sayuran tapi begitu lihat dompet akhirnya tidak jadi. Padahal masih ada yang kurang yaitu bekal anak sekolah. Sisa yang ada di dompet masih harus cari tambahan.

akhirnya pulang tanpa sayur dan sebagai solusi rencana buat lauk tahu dan tempe jadi sayur.

Berapa harga kebutuhan pokok di daerahmu?

Kalau disini yang paling menonjol
bawang putih antara Rp.80.000 – Rp.85.000
Bawang merah sekitar 50.000 rupiah
cabai Rp.40.000.
Sebuah cerita diatas hanya sebuah ilusi betapa berat pukulan bagi ibu rumah tangga dengan naiknya harga bahan makan untuk memasak. 1 karung berat hasil panen jagung pipil kering belum cukup untuk kebutuhan dapur. Untuk memasak saja masih hambar dan belum ada sisa untuk lainnya. Semoga janji pemerintah propinsi JATIM harga bumbu dapur tidak sampai 1 bulan sudah turun tercapai. Dan hasil panen jagung bisa ada sisa untuk membeli pupuk dan membayar tenaga yang terkuras.
bagaimana di tempat lain apakah sama atau tidak silahkan komentar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: